Welcome!

IPA Fisika (metode Ilmiah)


Penyakit TBC

Penyakit TBC adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa  (Mycobacterium Tuberculosis). 

Kuman Tuberkulosis :
Kuman ini berbentuk batang, mempunyai sifat khusus yaitu tahan terhadap asam pada pewarnaan, Oleh karena itu disebut pula sebagai Basil Tahan Asam (BTA), kuman ini cepat mati dengan sinar matahari langsung, tetapi dapat bertahan hidup beberapa jam ditempat yang gelap dan lembab. Dalam jaringan tubuh kuman ini dapat Dormant, tertidur lama selama beberapa tahun.


Bakteri ini pertama kali ditemukan oleh Robert Koch pada tanggal 24 Maret 1882, sehingga untuk mengenang jasanya bakteri tersebut diberi nama baksil Koch. Bahkan, penyakit TBC pada paru-paru kadang disebut sebagai Koch Pulmonum (KP).

Penyakit TBC dapat menyerang siapa saja  dan dimana saja. Setiap tahunnya, Indonesia bertambah dengan seperempat juta kasus baru TBC dan sekitar 140.000 kematian terjadi setiap tahunnya disebabkan oleh TBC. Bahkan, Indonesia adalah negara ketiga terbesar dengan masalah TBC di dunia.

·      Gejala - Gejala Tuberkulosis
       Gejala Umum :
       Batuk terus menerus dan berdahak selama 3 (tiga) minggu atau lebih.


Gejala lain yang sering dijumpai :
Dahak bercampur darah.
Batuk darah.
Sesak napas dan rasa nyeri dada.
Badan lemah, nafsu makan menurun, berat badan turun, rasa kurang enak badan (malaise), berkeringat malam walaupun tanpa kegiatan, demam meriang lebih dari sebulan.


Obat yang digunakan untuk TBC digolongkan atas dua kelompok yaitu :

·         Obat primer :
INH (isoniazid), Rifampisin, Etambutol, Streptomisin, Pirazinamid. 
Memperlihatkan efektifitas yang tinggi dengan toksisitas yang masih dapat ditolerir, sebagian besar penderita dapat disembuhkan dengan obat-obat ini.

·         Obat sekunder :
Exionamid, Paraminosalisilat, Sikloserin, Amikasin, Kapreomisin dan Kanamisin.

Meskipun demikian, pengobatan TBC paru-paru hampir selalu menggunakan tiga obat yaitu INH, Rifampisin dan Pirazinamid.



UPAYA MENYINGKAP SUATU MASALAH DAN PENERAPANNYA DALAM METODE ILMIAH
Struktur Metode Ilmiah
Penerapan langkah-langkah Metode Ilmiah
1. Menemukan masalah dan merumuskan masalah

2. Penyusun kerangka
    Berfikir

3. Penarikan hipotesis


4. Pengujian hipotesis








5. Penarikan
    Kesimpulan





6. Melakukannya berulang-ulang
Ia mempunyai masalah, ia melihat banyak orang yang menderita penyakit TBC.

Ia mulai mencari informasi tentang penyakit TBC itu.



Ia berfikir bahwa penyebab dari penyakit TBC itu adalah bakteri Mikobakterium tuberkulosa  (Mycobacterium Tuberculosis).

Pengujian dengan cara mendiagnosis Tuberkulosa  paru pada orang dewasa dapat ditegakkan dengan ditemukannya BTA pada pemeriksaan dahak secara mikroskopis. Hasil pemeriksaannya dinyatakan positif  dan terlihat  ada bakteri tersebut.
Pasien, itu di berikan obat  INH (isoniazid) , rifampisin dan pirazinamid, yang di minum obat secara teratur.
Beberapa bulan kemudian, penyakit TBC itu sembuh dari penyakitnya.

Kesimpulannya adalah:
Penyebab penyakit  TBC  adalah bakteri Mikobakterium tuberkulosa  (Mycobacterium Tuberculosis). Dan, dapat disembuhkan dengan obat INH (isoniazid) , rifampisin dan pirazinamid yang diminum secara teratur.


0 komentar:


up